Cerita di awal Agustus, di penghujung Ramadhan.

Entah harus merasa sedih atau senang menyambut bulan ini. Biasanya saya termasuk orang yang optimis tiap kali menyambut bulan baru karena kita menyambut dengan semangat baru dan harapan baru pula. Tapi bulan ini beda, karena awal bulan Agustus ini adalah penghujung bagi bulan Ramadhan yang mana artinya sebentar lagi Ramadhan akan meninggalkan kita. Ih, kok ya rasanya tahun ini Ramadhan cepet amat berakhirnya? Padahal kalo saya runut kebelakang, masih sangat banyak target yang belum yang capai di Ramadhan kali ini.Mari kita cek satu persatu

  • Memang, target saya untuk dapat kerja sebelum Ramadhan sudah terkubur jauh. Honestly, memasuki bulan puasa kemarin saya merasa sangat sedih, terkucil dan meresa tertinggal jauh dibanding teman-temanku yang sudah lebih dulu kerja daripada saya. Namun kemudian, memasuki penghujung Ramadhan ini, saya kemudian tahu, jalan pikiranku itu keliru. Sungguh banyak rezeki lain yang Allah berikan pada saya. Belum mendapat pekerjaan bukan berarti doa-doaku tidak dikabulkan Allah. It simply means Allah memberikan saya kesempatan untuk menjalani bulan Ramadhan ini dengan berkumpul bersama orang tua dan adik-adikku di rumah yang mana kebersamaannya tidak bisa dinilai dengan satuan uang. Priceless. Let say, saya sudah diberi rezeki pekerjaan, tapi saya harus pisah jauh sama mereka, sahur dan buka puasa sendiri. Tarawih sendiri (atau malah tidak tarawih?). Nah, maka dari itu saya begitu bersyukur atas semua rezeki dan berkah Ramadhan tahun ini. Siapa yang bisa menjamin bahwa tahun depan kami masih bisa berkumpul lengkap seperti tahun ini? Meskipun begitu, saya selalu memanjatkan doa agar kami sekeluarga diberi umur yang panjang. Amin. Oh iya, disamping saya berdoa, saya pun memantaskan diri sehingga saya layak atas segala permohonanku ini. Jadi saya tetap optimis, Allah menyimpankan rezeki pekerjaan yang terbaik untuk saya dan insya Allah akan ada waktunya Dia menunjukkan arah bagaimana supaya saya bisa menggapainya sendiri. Amin.
  • Next, cita-cita khatam Al Quran. Hari ini puasa ke-27 dan saat saya menulis ini, saya masih stuck di juz ke-11. Tertinggal jauh kan? Iya. Sangat jauh. Ya, salahkan internet yang menjadi pendistraksi utama dalam hal ini. Saya begitu sibuk menjelajah di dunia cyber. Atau well, kemalasanlah yang menjadi faktor utama.
  • Hal lain yang belum bisa saya capai maksimal adalah niat untuk meningkatkan skor Toefl-ku dengan belajar grammar dan reading jauh lebih intens. Sekitar 2 minggu yang lalu saya memang sempat ikut tes Toefl yang diadakan Briton, tapi waktu itu persiapanku belum maksimal & staminaku tidak fit (saya diserang nyeri haid), jadi yah gitu saya tidak berharap banyak sama tes Toefl-ku kemarin. Nah, makanya setelah Ramadhan ini saya akan ‘mencambuk’ diri biar lebih rajin belajar grammar. Dan oh iya, saya sudah niatkan dalam hati, setelah lebaran nanti, insya Allah saya akan beli buku-buku panduan Toefl supaya belajarnya lebih terarah dan bisa ‘mendongkrak’ skor Toefl-ku. Amin!


Nah, itu kan tadi hal-hal yang belum bisa saya capai di Ramadhan tahun ini. Tapi ada juga beberapa hal yang bisa saya capai:

  • Tahun ini alhamdulillah rasanya bahagia sekali karena ibadah-ibadah jauh ‘membaik’ dibanding tahun lalu dimana waktu itu saya sedang sibuk-sibuknya kerja skripsi demi mengejar wisuda yang cuma setahun sekali. Sumpah, tahun lalu itu adalah Ramadhan paling kacau selama 22 tahun hidupku. Tarawih yang cuma beberapa kali. Tadarrus yang seadanya. Puasa yang tidak khusyuk. Shalat 5 waktu yang bolong-bolong. Tahajjud yang cuma sesekali. Ceramah agama? Jangan ditanya. Hampir gak ada ceramah Ramadhan tahun lalu yang terekam di memoriku. Naudzubillah. Nah, maka dari itu saya bersyukur sekali tahun ini masih diberi umur yang panjang dan alhamdulillah masih dipertemukan dengan Ramadhan jadi bisa memperbaiki ibadah-ibadahku yang keteteran tahun lalu. Allah Maha Baik. Allah Maha Mengampuni.
  • Trus yang saya syukuri dari Ramadhan tahun ini karena saya masih bisa merasakan hectic-nya bantuin mama di dapur menjelang buka puasa. Sumpah, kalian tidak akan tahu rasanya sebelum merasakan sendiri. Panik sekaligus bahagia bisa buka puasa bersama sekeluarga. Begitu juga pas sahur, dibangunkan paksa dengan kondisi masih terkantu-kantuk. Hahaha.
  • Ibadah yang lebih khusyuk.Bisa tarawih bareng sekeluarga di masjid.
  • Iseng-iseng ikutan kuis bareng adek-adekku. Rame-rame. Seru-seruan. Ihiy.
  • Alhamdulillah rezeki dan nikmat Allah yang tak berkesudahan baik berupa moril maupun materiil.

Last whishes:
semoga segala ibadahku di bulan penuh rahmat ini diterima di sisi Allah juga setiap doa-doaku diijabah dan segera menemukan jalannya. Amin ya rabbalalamin.