Melbourne: Rewind

image

Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagas Media
Cetakan pertama, 2013
Tebal: 328 halaman
Rating: ★  ★  ★  ★

Sejujurnya, saya bukan penggemar tulisan Winna Efendi. Sebelum membaca Melbourne, jauh sebelumnya saya sudah lebih dulu membaca karya-karyanya yang lain; Unbelievable, Refrain, Ai dan Remember When. Tapi tak satupun dari itu semua yang membuat saya terkesan kemudian mengidolakan penulisnya. Namun ketika saya mengetahui bahwa Melbourne adalah salah satu seri project Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) ditulis oleh Winna Efendi, saya dilema. Di satu sisi, saya sudah meniatkan untuk mengoleksi & membaca lengkap semua novelnya. Di sisi lain, saya semacam trauma dengan tulisan Winna Efendi sebelumnya. Maklum, beberapakali saya dikecewakan.

Setelah kebingungan mau baca dari seri STPC yang mana, saya memutuskan untuk membaca dengan mode shuffle, toh serinya tidak berkaitan satu sama lain. Dan entah kenapa hati saya memilih Melbourne sebagai destinasi pertama.

Ada 2 indikator ketika saya begitu menyukai dan menikmati sebuah novel.
Pertama, saya akan menenteng novelnya kemana-mana dan hanya akan menutup novel ketika saya ke kamar mandi. Kedua, saya akan bela-belain begadang meskipun besoknya saya akan terkantuk-kantuk di kantor. Berhubung di siang harinya saya harus membanting tulang demi mencari nafkah untuk memenuhi kegilaan saya terhadap novel, maka saya harus rela membaca di malam hari setelah pekerjaan kantor yang sangat teramat membosankan itu selesai.

Ketika mulai membaca Melbourne, saya tidak punya ekspektasi apa-apa mengingat sebelumnya saya dikecewakan dengan novel Winna Efendi yang lain. Jadi yah, apapun hasilnya nanti dan gimanapun kisahnya di dalamnya, toh saya tidak menaruh harapan terlalu besar.

Dan ternyata, di luar ekspektasi saya, membaca Melbourne membuat saya ketagihan. Saya ketagihan dengan cara bertuturnya yang lembut dan menghanyutkan. Saya rela membaca novelnya di malam hari sampai saya jatuh tertidur karena saya begitu larut dalam kilas balik kisah Max dan Laura. Ikut dalam kesedihan dan kebahagian mereka yang terpisah sekian lama. Ikut merasakan chemistry antara mereka berdua yang sangat kuat. Saya sampai tidak percaya bahwa ini tulisan Winna Efendi. Karena sebelumnya, menurut saya, belum ada tulisannya yang sekeren ini.

Cinta sejati tidak pernah benar-benar pergi. Ia mungkin hanya mengendap di dasar hati, hingga waktu membuatnya kentara kembali.”

Saya tidak akan spoiler seperti apa isinya. Just find by yourself. Intinya, novel ini sangat manis dan layak mendapat ★  ★  ★  ★ bintang dari saya. Highly recommended!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s