Tokyo: Falling

image

Penulis: Sefryana Khairil
Penerbit: Gagas Media
Cetakan Pertama, 2013
Tebal: 337 halaman
Rating: ★  ★  ★

Tokyo selalu menjadi kota impian saya. Kota impian kedua setelah New York. Saya selalu membayangkan suatu hari di musim dingin dengan berbalut rain coat, sarung tangan dan sepatu boots saya berjalan di bawah salju merasakan hawa dingin yang masuk hingga tulang-tulang. Naik kereta bawah tanah dan berbaur dengan hiruk pikuk kota Tokyo. Saya menyukai masyarakatnya yang padat dan ramai namun tetap tertib dan ramah. Semoga kelak Tuhan mewujudkan impian saya menginjakkan kaki di kedua kota impian saya itu. Aamiin.

Ini adalah sekian kalinya saya membaca novel dengan setting kota Tokyo. Dan semakin saya baca, semakin saya bermimpi untuk mendatangi negeri Sakura. Oke, silahkan tertawakan imajinasi saya.

Berbeda dengan buku Sefryana Khairil sebelumnya, Tokyo memiliki alur yang mudah ditebak di awal cerita. Kisah cinta klasik dua orang asing yang tak sengaja bertemu kemuadian jatuh cinta di negara asing pula. Namun demikian saya suka pertemuan pertama kedua tokoh utama ini. Dan saya berterima kasih pada Sefryana Khairil untuk penjelasannya yang begitu rinci mengenai berbagai tempat di Tokyo. Berjalan-jalan di sekitar Odaiba, hotel tempat Thalia menginap. Festival Tanabata, Gojunoto, Kuil Sensoji, Gunung Fuji, Rainbow Bridge,  dan pastinya Tokyo Sky Tree yang belakangan jadi icon Negara Jepang.

Terlepas dari semua tempat yang dikunjungi Tora dan Thalia dalam novel ini, saya suka chemistry yang dibangun antara kedua tokoh utama ini. Saya suka karakter Tora yang cuek tapi sebenarnya peduli. Saya juga suka Thalia manis tapi ceroboh. Untuk ending sendiri, penulisnya  memilih  menggunakan open ending jadi terserah pembaca mau mereka-reka seperti apa.

“Mungkin ada kalanya cinta butuh jarak. Bukan untuk berpisah, tapi untuk menguji besarnya cinta itu sendiri.”

Saya memberi  ★  ★  ★ untuk Tokyo karena saya menikamati ‘berkeliling’ Tokyo bersama Tora dan Thalia, sayangnya saya kurang menikmati ide ceritanya yang—errr menurut saya, berkesan sinetron.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s